Cerita Lucu Seorang Pria Tunanetra dan Pemilik Restoran Poker Online

Seorang Pria Tunanetra yang datang sendirian datang ke sebuah restoran di sore hari. Mukidi si empunya restoran merangkap waiter dtg memberikan menu makanan.

“Saya tidak bisa melihat, tdk dpt membc menu makanan ini, Anda beri saya alat makan bekas org yg mkn sebelum nya, saya kan coba menerkanya dgn cara mencium bau sendok atau garpu tersebut. stlh itu saya akan pesan makanan yg cck buat saya,” pesan pria tunanetra itu.

Dia mencium alat makan tersebut dan berucap, “Saya mau ikan bakar dan sayur asem”.

Mukidi cukup terkejut karena memang makanan itu best seller dari restoran miliknya.

Esoknya, Pria Tunanetra ke restoran yg sama. Ia kembali melakukan ritual yang sama seperti dengan kemarin yaitu menciumi bekas alat makan pengunjung Restoran Poker Online . Setelah ia mengetes beberapa bekas sendok makan yg digunakan sebelumnya, kali ini ia mau memesan ayam goreng sambal balado.

Mukidi lalu kembali ke dapur dan menyuruh koki yg sekaligus istrinya untuk menyiapkan masakan tersebut.

Dan hari ketiga, Pria Tunanetra itu datang lagi, namun karena ia datang terlalu pagi tidak ada satupun yg makan di restoran itu sebelum dia datang. Sehingga Mukidi si pemilik resto poker online tidak bisa memberikan sendok bekas makan untuknya. Karena takut pelanggan setianya kabur, Ia kemudian ke dapur tempat istrinya berada, diberikan sendok yg akan ia berikan pada pria tunanetra tersebut sambil berkata: “Reni, Cepet lu usap ke vagina kamu”

yuk main poker online bersama kami

yuk main Judi Domino bersama kami

“ah, apaan si, bang?!” Reni terkejut dan menolak.

Akhirnya Reni mau mengikuti kehendak aneh suaminya, Ia pun meletakkan sendok tersebut ke vaginanya sambil merem melek. Mukidi yang gak tahan melihatnya pun mencipok istrinya itu sekejap, setelah selesai Ia ambil sendoknya dan memberikan kepada pria tunanetra tersebut.

Pria tunanetra tersebut seperti biasa menciumi bau sendok bekas tersebut, Lalu seketika ia menjatuhkan sendok tersebut. Mukidi yang merasa heran dan merasa bersalah langsung bertanya ke pria tunanetra tersebut.

“kenapa Pak? Ada yang salah?” tanya Mukidi gugup.

Pria Tunanetra tersebut cuma berkata sambil memegang Mukidi,

“Mana Reni? Aku kangen pengen ketemu.”